Kamis, 18 April 2013

Perjalanan Seorang Calon Pustakawan


Saya merupakan mahasiswa dari Kebumen, saya lahir 20 tahun yang lalu. Saya menempuh Sekolah Dasar di sebuah SD pinggiran. Saat itu saya sama sekali tidak tahu seperti apa itu perpustakaan, karena memang sih SD saya tidak ada perpustakaannya. Baru setelah SMP saya tahu seperti apa perpustakaan itu. Perpustakaan adalah tempat yang dipenuhi oleh berbagai macam buku. Saat itu pula saya mulai suka membaca buku, namun hanya sebatas buku fiksi saja.
Dulu ketika SMA, saya selalu berfikir bahwa menjadi pustakawan adalah profesi yang sangat mudah. Kerjaannya hanya duduk dan melihat pengunjung perpustakaan memilih dan membaca buku, karena hanya itulah yang saya lihat sejak saya SMP. Saya berpikir menjadi pustakawan tidak membutuhkan kemampuan berbicara di depan publik. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di jurusan perpustakaan. Pada awalnya memang saya diingatkan oleh pustakawan di SMA saya kalau kuliah perpustakaan itu sangat berat, kita harus menghafalkan kode-kode klasifikasi dan kita harus rajin mengikuti seminar agar tahu tentang perkemmbangan dunia informasi perpustakaan. Namun, saya tetap pada pemikiran saya kalau kuliah ini pasti akan mudah. Akhirnya saya mendaftar dan saya diterima di Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Saat belum genap satu semester kuliah, saya benar-benar kaget. Tujuan awal saya masuk kuliah perpustakaan adalah menghindari pelajaran komputer, dan berbicara di depan umum. Saya sangat takut dengan pelajaran komputer, karena saya sangat sulit memahami komputer pada awalnya. Sedangkan untuk berbicara di depan orang banyak saya selalu grogi dan blank, apa yang ingin saya ucapkan langsung hilang dari pikiran saya.
Saya sangat tidak menyangka kalau kuliah di perpustakaan sangat mengutamakan dua hal yaitu kemampuan di bidang teknologi dan publik speaking. Namun dengan tuntutan tersebut, membuat saya sadar kalau di jaman sekarang kedua hal tersebut sangat menentukan masa depan seseorang. Sejak saat itulah saya berusaha untuk bisa teknologi dan bisa berbicara di depan umum.
Setelah saya melalui beberapa semester kuliah di jurusan perpustakaan, saya sadar bahwa ternyata pustakawan adalah profesi yang sangat berat. Namun, juga sangat mengasyikan karena bisa mempermudah orang dalam mencari informasi.
Selama kuliah di perpustakaan saya mengikuti organisassi mahasiswa jurusan ilmu  perpustakaan. Awal keikutsertaan saya dalam organisasi tersebut adalah karena saya ingin belajar lebih dalam tentang perpustakaan. Melalui organisasi itu lah saya menjadi lebih tahu tentang tugas pustakawan, dan apa saja yang harus dilakukan. Melalui organisasi tersebut pula saya bisa langsung terjun ke lapangan untuk belajar mengolah perpustakaan. Saya sudah pernah dua kali ikut dalam pengolahan perpustakaan Sekolah Dasar. Dan saat ini saya sedang mengikuti sebuah proyek dari organisasi saya untuk mengabdi di Perpustakaan Desa atau yang biasa disebut dengan TBM (Taman Baca Masyarakat).
Menjadi pustakawan bukanlah profesi yang remeh, tapi pustakawan adalah profesi yang sangat berjasa untuk banyak orang. Sekarang saya sama sekali tidak menyesal telah masuk dalam dunia perpustakaan. Karena dengan ini saya bisa lebih berguna untuk orang banyak.

4 komentar:

  1. setuju. . . lanjutkan perjuanganmu. . . semoga kamu sukses dikemudian hari. . .tetap semangat. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. AMIIIn... matur nuwun semangatnya....mari kita berjuang bersama- memejukan perpustakaan kita...hehehe...

      Hapus
    2. sama2. . . sip. . . semoga kita bisa bisa sukses dan menjadi seorang pustakawan yang hebat. . . dan selalu dalam bimbingan ALLAH SWT. . . he he he

      Hapus
    3. AMIIIN... doakan semoga bisa menjadi manusia yang berguna...

      Hapus