Saya merupakan mahasiswa dari Kebumen, saya lahir 20
tahun yang lalu. Saya menempuh Sekolah Dasar di sebuah SD pinggiran. Saat itu
saya sama sekali tidak tahu seperti apa itu perpustakaan, karena memang sih SD
saya tidak ada perpustakaannya. Baru setelah SMP saya tahu seperti apa
perpustakaan itu. Perpustakaan adalah tempat yang dipenuhi oleh berbagai macam
buku. Saat itu pula saya mulai suka membaca buku, namun hanya sebatas buku
fiksi saja.
Dulu ketika SMA, saya selalu berfikir bahwa menjadi
pustakawan adalah profesi yang sangat mudah. Kerjaannya hanya duduk dan melihat
pengunjung perpustakaan memilih dan membaca buku, karena hanya itulah yang saya
lihat sejak saya SMP. Saya berpikir menjadi pustakawan tidak membutuhkan
kemampuan berbicara di depan publik. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk kuliah
di jurusan perpustakaan. Pada awalnya memang saya diingatkan oleh pustakawan di
SMA saya kalau kuliah perpustakaan itu sangat berat, kita harus menghafalkan
kode-kode klasifikasi dan kita harus rajin mengikuti seminar agar tahu tentang
perkemmbangan dunia informasi perpustakaan. Namun, saya tetap pada pemikiran
saya kalau kuliah ini pasti akan mudah. Akhirnya saya mendaftar dan saya
diterima di Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta.
Saat belum genap satu semester kuliah, saya
benar-benar kaget. Tujuan awal saya masuk kuliah perpustakaan adalah
menghindari pelajaran komputer, dan berbicara di depan umum. Saya sangat takut
dengan pelajaran komputer, karena saya sangat sulit memahami komputer pada
awalnya. Sedangkan untuk berbicara di depan orang banyak saya selalu grogi dan
blank, apa yang ingin saya ucapkan langsung hilang dari pikiran saya.
Saya sangat tidak menyangka kalau kuliah di
perpustakaan sangat mengutamakan dua hal yaitu kemampuan di bidang teknologi
dan publik speaking. Namun dengan tuntutan tersebut, membuat saya sadar kalau
di jaman sekarang kedua hal tersebut sangat menentukan masa depan seseorang.
Sejak saat itulah saya berusaha untuk bisa teknologi dan bisa berbicara di
depan umum.
Setelah saya melalui beberapa semester kuliah di jurusan
perpustakaan, saya sadar bahwa ternyata pustakawan adalah profesi yang sangat
berat. Namun, juga sangat mengasyikan karena bisa mempermudah orang dalam
mencari informasi.
Selama kuliah di perpustakaan saya mengikuti
organisassi mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan.
Awal keikutsertaan saya dalam organisasi tersebut adalah karena saya ingin
belajar lebih dalam tentang perpustakaan. Melalui organisasi itu lah saya
menjadi lebih tahu tentang tugas pustakawan, dan apa saja yang harus dilakukan.
Melalui organisasi tersebut pula saya bisa langsung terjun ke lapangan untuk
belajar mengolah perpustakaan. Saya sudah pernah dua kali ikut dalam pengolahan
perpustakaan Sekolah Dasar. Dan saat ini saya sedang mengikuti sebuah proyek
dari organisasi saya untuk mengabdi di Perpustakaan Desa atau yang biasa
disebut dengan TBM (Taman Baca Masyarakat).
Menjadi pustakawan bukanlah profesi yang remeh, tapi
pustakawan adalah profesi yang sangat berjasa untuk banyak orang. Sekarang saya
sama sekali tidak menyesal telah masuk dalam dunia perpustakaan. Karena dengan
ini saya bisa lebih berguna untuk orang banyak.